Kamu Cantik

 

 

P_20160518_093132_HDR.jpg

Kamu cantik

Ucapku saat pertama kali melihatmu

Begitu memikat

Meskipun tak semua menyadarinya

Biarlah, karna aku tak butuh penilaian orang untuk mengakuimu cantik.

 

 

Iklan

Fulanah is still Learning

Sebut saja dia Fulanah

Fulanah terhenyak,

Merasa Bodoh

Kecewa

Bukan, bukan pada mereka

Tapi pada diri sendiri

Pada diri yang begitu bodoh mempercayai orang lain.

Pada diri yang terlalu bodoh tak bisa belajar dari masa lalu.

Bukankah hal seperti sudah terlalu sering ia rasakan.

Fulanah sangat sadar bahwa tiada yang kebetulan di dunia ini

Semuanya sudah tersusun begitu sempurna oleh sebaik-baik perencana

Mungkin ini jalan Tuhan agar Fulanah terus belajar

Belajar dari kumpulan hari-hari yang telah lalu

Seperti hakekatnya,

Hidup ini adalah proses belajar tiada henti.

Roda-roda

P_20160123_145101_HDR

Gambar . Sindu Kusuma Edupark

Sumber: Dokumentasi Pribadi (2016, -)

Di titik ini, saat bumi terus berputar. Ketika kita merasa waktu begitu cepat berlalu. Tanpa pernah perduli dengan suasana hati kita. di titik ini ketika Tuhan mengajarkan kita. Berbagai hal dalam hidup melalui orang – orang yang datang silih berganti dalam hidup kita. Jatuh, bangun, hambar, bosan,suka, duka, kecewa, ragu, malu. rasa-rasa yang sudah tak asing lagi bagi kita. Berulang kali melalui kejadian-kejadian tak terduga kita alami, menertawakan diri kita atas kebodohan-kebodohan tingkah kita di masa lalu. Pada akhirnya semua yang berlalu adalah cara Tuhan menyayangi kita, dengan kasih sayangnya kita mampu melalui semua kejadian. Tugas kita hanya terus berjalan, terus yakin bahwa Tuhan tak akan membiarkan kita sendiri dan berusaha melapangkan hati selapang-lapangnya.

Sore ini, Tentangmu….

Sore ini

Kau datang lagi

Tak pernah kuduga sebelumnya

Selalu dan selalu

Memang begitu tabiatmu

Ahh kau mirip si itu…

Datang tak dijemput pulangpun tak diantar

Iya kau mirip itu yang kumaksud

Tau kan?

 

Dulu sempat terpikir ini semua kebetulan semata

Kau datang di saat diri memang membutuhkanmu…

 

Waktu berganti,

Begitupun jalan pemikiranku

Bagiku kini semua tak ada yang terjadi secara kebetulan semata

By the way,  kau masih saja begitu

Waktu berganti kenapa kau tak berubah?

Tetap sama

Datang dan pergi seenaknya….

 

Ssssttt akhirnya harus kuakui juga

Kau, iya kau yang selalu begit

Tapi datangnya,

berhasil menyingkap mendung.

Terima kasih……

 

Semua Pasti Berlalu

 

Apa kau merasa Tuhan tak adil padamu?

Hey kau bahkan tak pernah tau cobaan apa yang Tuhanmu berikan pada mereka

Tuhanmu memang tak beri semua yang kau inginkan Nona

Tapi Dia selalu memberi apa yang kau butuhkan

Apa yang terbaik untukmu

 

Di titik ini

Masih sama seperti kala itu

Kau hanya terus berjalan

Tuhan tak akan membiarkanmu sendiri

Semua pasti berlalu….

 

Bumi Siliwangi, 19 Januari 2016

 

Sahabat, Jadi Musuh? Absolutelly NO

Bismillah

Assalamu’alaykum warahmatulahi wabarakatuh

Kali ini saya ingin membagikan bagaimana cara agar persahabatan kita tidak menjadi musuh. Setiap insan tentunya mempunyai teman dekat (sahabat) bahkan tak memandang dari segi ahlak baik ataupun burukm dan biasanya dengan siapa kita bersahabat akan menentukan (punya pengaruh besar) terhadap diri kita.

“Maka pilihlah sahabat-sahabat yang baik, sahabat yang akan menolongmu nanti di akhirat. Sahabat yang membawamu makin dekat dengannya”

Disini bukan berarti saya pilih-pilih teman, tapi sekali lagi faktor lingkungan akan sangat mempengaruhi diri kita nanti. 😀

Tiap manusia tentunya punya sisi baik dan buruk. Dan dalam hubungan persahabatan hal ini tentunya akan makin terlihat, megingat kita seringkali menghabiskan sebagian waktu kita dengan sahabat kita. Oleh karenanya lambat laun, sifat-sifat yang mungkin tak terlihat oleh orang awam akan muncul, dan kadang jika kita tidak mampu untuk mentoleransinya akan timbul dalam hubungan persahabatan dan berujung menjadi musuh. Nauzubillah.

Lalu bagaimana cara agar persabahatan itu tidak menjadi musuh?

yang paling utama dalam menjaga jalinan persahabatan adalah kita jangan sampai menganggap bahwa sahabat kita adalah malaikat, yang suci tanpa dosa, tanpa cela. sahabat kitapun sama seperti kita, sama-sama manusia yang tak lupat dari kesalahan.

Basyar bin Burod berkata:

“JIka engkau pada setiap perkara selalu mencela sahabatmu… Maka Engkau tidak menemukan sahabat yang tidak kau cela. Jika demikian maka hiduplah engkau sendirian.. Atau jalinlah persahabatan dengan saudaramukarena sesungguhnya ia terkadang melakukan kesalahan dan terkadang menjauhi kesalahan” (LIhat Taarikh Baghdaad7/610, tahqiq Basyaar ‘Awwaad, dalam alhikmahjkt, 2015, hlm.-)

Ia juga berkata: “dan siapakah yang seluruhperangainya menyenangkan (orang lain)…? Cukuplah sesernag dikatakan mulia jika aibnya masih bisa dihitung.”

yang lain berkata:

“Engkau ingin memiliki sabahat yang tidak ada kesalahan sama sekali? Maka apakah kayu gaharu bisa mengeluarkan harum wanginya tanpa ada asapnya?” Hendaknya kita bersabar dengan  kesalahan sahabat kita dengan tetap berusaha menasehatinya.

Semoga kita mampu bersabar, mempu melapangkan dada kita, mampu belajar menjadi lebih baik, selamat menjalin persahabatan karena Allah. Sahabat yang saling ingatkan tentang Allah. sahabat yang menjadi penolong kita nanti aamiin aamiin ya robbal’alamin.

demikian, mohon maaf apabila ada kata yang kurang berkenan. Wassalamu’alaykum warahmatulahi wabarakatuh.

Sumber: Akun alhikmahjkt dengan perubahan (2015)

Tinggalkan Jejakmu dengan Menulis…….

 

Karena hidup kita di dunia ini terbatas

Karena hidup di dunia ini hanya sementara

Maka tinggalkanlah jejak

Bagi saya salah satu jejak itu bisa dalam bentuk sebuah tulisan

Maka menulislah untuk meninggalkan jejak kita di dunia

Dan pastikan kita meninggalkan jejak-jejak kebaikan yang penuh manfaat bagi penerus kita …..

Kalaupun belum maka teruslah berusaha untuk selalu berusaha memberi yang terbaik

Teruslah tinggalkan jejakmu di dunia

Jejak-jejak kebaikan

Semoga dimampukan ….aamiin

Melangkah Saja

Bismillah….

Melangkah saja, meskipun mereka memandang sinis ke arahmu

Melangkah saja, meskipun kau tau mereka mencibir di belakangmu

Melangkah saja, meskipun mereka tak mengerti jalan pikirmu

Melangkah saja, meskipun tak semua mendukung langkahmu

 

Sekali lagi, cukup melangkah saja

Yakini keputusanmu

Bertanggungjawablah untuk keputusan yang kau pilih

Sekali lagi, cukup melangkah saja

Hidup ini selalu penuh pilihan

 

Melangkah saja

Jalan tiap insan tentu berbeda

Jangan samakan

Bersyukurlah banyak yang ingin menjadi sepertimu

Maka teruslah melangkah,

Karena kau-pun tak akan mampu menuruti keinginan semua orang

Maka teruslah melangkah

Ikuti kemana hatimu menuntun

Ikuti apa-apa yang membuat hatimu tentram….

Bumi Siliwangi, 11 Desember 2015

3:03 WIB

Berkawan dengan Cermin

https://i0.wp.com/www.ceritadinding.com/wp-content/uploads/2013/06/cermin.jpg

Gambar. Cermin

Asssalamu’alaykum warahmatulahi wabarakatuh

Mungkin kita tak perlu berkenalan lagi dengan benda yang tak asing untuk kita. Ia bernama cermin. Kata banyak orang benda ini selalu identik dengan kaum hawa. Tapi menurut saya tidak juga, kaum Adampun tak luput dari benda ini. Terutama di jaman saat ini, jaman dimana kadang kaum adam justru lebih pintar tentang perawatan (dandan) dibandingkan sebagian kaum hawa hehe just kid….. 😀

Bicara tentang cermin. Menurut saya dia (cermin) adalah benda paling jujur di bumi ini. Ia memang benda mati bukan makhluk seperti kita yang punya nyawa. Tapi dia selalu mengajarkan pada kita kejujuran, ia selalu menampilkan apa yang ada pada diri kita tanpa terkecuali. Apa-apa yang ada di diri kita, baik buruk semua dipantulkannya.

Nah disini kita dapat point pertama jika kita berkawan dengan cermin, “cermin itu jujur”. Bukankah teman yang paling baik buat kita adalah teman yang jujur, yang bersedia menyatakan apa yang baik dan buruk dari kita bukan sekedar manis di depan namun buruk di belakang.

Point kedua adalah dengan berkawan dengan cermin kita dapat mengontrol diri kita. Kenapa ? ya karena ketika bercermin dengan  berbagai mimik muka yang menggambarkan ekspresi kita tentunya kita akan mengetahui mimik kita secara langsung. Nah dari pantulan cermin tersebut tentunya kita akan mampu bersikap dan lebih mengontrol diri saat bersosialisasi dengan yang lain. Misalkan saat kita tersenyum tentunya akan sangat berbeda saat kita cemberut, kan? Senyuman akan memberikan efek yang positif daripada menampilkan mimik cemberut atau muka lusuh dan lesu.

Point ketiga adalah dengan berkawan dengan cermin kita akan berpikir ulang sebelum menilai/men- judge orang lain. Sebenarnya point ini bermakna tak sebenarnya hehe. Tidak dapat dipungkiri seringkali kita lebih mudah menilai orang lain ketimbang menilai diri sendiri. Melihat apa-apa yang ada dari orang lain padahal mungkin saja diri kita jauh lebih buruk dari orang yang kita nilai. Maka perbanyaklah bercermin, biar kita makin sadar bahwa kekurangankitapun sangatlah banyak, tak perlu menilai-nilai orang lain. Cukup sibukkan dengan menilai diri sendiri, berkawan dengan cermin, dan mulai memikirkan apa-apa yang perlu kita perbaiki dan mulai memperbaiki diri. (lhoh sampai sini bahasannya) 😀 .

Ada banyak lagi menfaat jika kita mampu berkwan dengan cermin, tetapi untuk kali ini maaf cukup sekian, waktunya saya kembali ke fokus saya (mengerjakan tugas). Mohon maaf untuk kata-kata yang kurang berkenan.

Tulisan ini saya tulis saat hujan mengunjungi kampus saya tercinta, entahlah kenapa tiba-tiba mendadak ingin menulis tentang cermin 😀 .

Bumi Siliwangi, 8 Desember 2015

Wassalamu’alaykum warahmatulahi wabarakatuh

 

Sumber gambar: http://www.ceritadinding.com/wp-content/uploads/2013/06/cermin.jpg diakses tanggal 8 Desember 2015 pukul 12:30 WIB

 

Seni Mengendalikan Harapan

Harapan

Siapa pula yang tak pernah berharap

Berharap kadang identik dengan kata kecewa

Kecewa, jika yang diharapkan justru tidak sesuai dengan kenyataan

Dan akhirnya saya menemukan qoute yang sangat pas.

“Kecewa tercipta untuk yang berharap pada manusia”

Maka berharaplah kepada sebaik-baik Pemberi, sebaik-baik Pencipta, Allah SWT

Niscaya hatimu akan tenang, kalaupun ternyata yang kau inginkan tak sejalan dengan kenyataan

Setidaknya kamu sudah berharap pada yang pantas diharapkan

Dan kamu tau bahwa Ia tak akan sedetikpun mendzalimi hambaNya.