Semua Pasti Berlalu

 

Apa kau merasa Tuhan tak adil padamu?

Hey kau bahkan tak pernah tau cobaan apa yang Tuhanmu berikan pada mereka

Tuhanmu memang tak beri semua yang kau inginkan Nona

Tapi Dia selalu memberi apa yang kau butuhkan

Apa yang terbaik untukmu

 

Di titik ini

Masih sama seperti kala itu

Kau hanya terus berjalan

Tuhan tak akan membiarkanmu sendiri

Semua pasti berlalu….

 

Bumi Siliwangi, 19 Januari 2016

 

Sahabat, Jadi Musuh? Absolutelly NO

Bismillah

Assalamu’alaykum warahmatulahi wabarakatuh

Kali ini saya ingin membagikan bagaimana cara agar persahabatan kita tidak menjadi musuh. Setiap insan tentunya mempunyai teman dekat (sahabat) bahkan tak memandang dari segi ahlak baik ataupun burukm dan biasanya dengan siapa kita bersahabat akan menentukan (punya pengaruh besar) terhadap diri kita.

“Maka pilihlah sahabat-sahabat yang baik, sahabat yang akan menolongmu nanti di akhirat. Sahabat yang membawamu makin dekat dengannya”

Disini bukan berarti saya pilih-pilih teman, tapi sekali lagi faktor lingkungan akan sangat mempengaruhi diri kita nanti. 😀

Tiap manusia tentunya punya sisi baik dan buruk. Dan dalam hubungan persahabatan hal ini tentunya akan makin terlihat, megingat kita seringkali menghabiskan sebagian waktu kita dengan sahabat kita. Oleh karenanya lambat laun, sifat-sifat yang mungkin tak terlihat oleh orang awam akan muncul, dan kadang jika kita tidak mampu untuk mentoleransinya akan timbul dalam hubungan persahabatan dan berujung menjadi musuh. Nauzubillah.

Lalu bagaimana cara agar persabahatan itu tidak menjadi musuh?

yang paling utama dalam menjaga jalinan persahabatan adalah kita jangan sampai menganggap bahwa sahabat kita adalah malaikat, yang suci tanpa dosa, tanpa cela. sahabat kitapun sama seperti kita, sama-sama manusia yang tak lupat dari kesalahan.

Basyar bin Burod berkata:

“JIka engkau pada setiap perkara selalu mencela sahabatmu… Maka Engkau tidak menemukan sahabat yang tidak kau cela. Jika demikian maka hiduplah engkau sendirian.. Atau jalinlah persahabatan dengan saudaramukarena sesungguhnya ia terkadang melakukan kesalahan dan terkadang menjauhi kesalahan” (LIhat Taarikh Baghdaad7/610, tahqiq Basyaar ‘Awwaad, dalam alhikmahjkt, 2015, hlm.-)

Ia juga berkata: “dan siapakah yang seluruhperangainya menyenangkan (orang lain)…? Cukuplah sesernag dikatakan mulia jika aibnya masih bisa dihitung.”

yang lain berkata:

“Engkau ingin memiliki sabahat yang tidak ada kesalahan sama sekali? Maka apakah kayu gaharu bisa mengeluarkan harum wanginya tanpa ada asapnya?” Hendaknya kita bersabar dengan  kesalahan sahabat kita dengan tetap berusaha menasehatinya.

Semoga kita mampu bersabar, mempu melapangkan dada kita, mampu belajar menjadi lebih baik, selamat menjalin persahabatan karena Allah. Sahabat yang saling ingatkan tentang Allah. sahabat yang menjadi penolong kita nanti aamiin aamiin ya robbal’alamin.

demikian, mohon maaf apabila ada kata yang kurang berkenan. Wassalamu’alaykum warahmatulahi wabarakatuh.

Sumber: Akun alhikmahjkt dengan perubahan (2015)

Tinggalkan Jejakmu dengan Menulis…….

 

Karena hidup kita di dunia ini terbatas

Karena hidup di dunia ini hanya sementara

Maka tinggalkanlah jejak

Bagi saya salah satu jejak itu bisa dalam bentuk sebuah tulisan

Maka menulislah untuk meninggalkan jejak kita di dunia

Dan pastikan kita meninggalkan jejak-jejak kebaikan yang penuh manfaat bagi penerus kita …..

Kalaupun belum maka teruslah berusaha untuk selalu berusaha memberi yang terbaik

Teruslah tinggalkan jejakmu di dunia

Jejak-jejak kebaikan

Semoga dimampukan ….aamiin

Melangkah Saja

Bismillah….

Melangkah saja, meskipun mereka memandang sinis ke arahmu

Melangkah saja, meskipun kau tau mereka mencibir di belakangmu

Melangkah saja, meskipun mereka tak mengerti jalan pikirmu

Melangkah saja, meskipun tak semua mendukung langkahmu

 

Sekali lagi, cukup melangkah saja

Yakini keputusanmu

Bertanggungjawablah untuk keputusan yang kau pilih

Sekali lagi, cukup melangkah saja

Hidup ini selalu penuh pilihan

 

Melangkah saja

Jalan tiap insan tentu berbeda

Jangan samakan

Bersyukurlah banyak yang ingin menjadi sepertimu

Maka teruslah melangkah,

Karena kau-pun tak akan mampu menuruti keinginan semua orang

Maka teruslah melangkah

Ikuti kemana hatimu menuntun

Ikuti apa-apa yang membuat hatimu tentram….

Bumi Siliwangi, 11 Desember 2015

3:03 WIB

Berkawan dengan Cermin

https://i0.wp.com/www.ceritadinding.com/wp-content/uploads/2013/06/cermin.jpg

Gambar. Cermin

Asssalamu’alaykum warahmatulahi wabarakatuh

Mungkin kita tak perlu berkenalan lagi dengan benda yang tak asing untuk kita. Ia bernama cermin. Kata banyak orang benda ini selalu identik dengan kaum hawa. Tapi menurut saya tidak juga, kaum Adampun tak luput dari benda ini. Terutama di jaman saat ini, jaman dimana kadang kaum adam justru lebih pintar tentang perawatan (dandan) dibandingkan sebagian kaum hawa hehe just kid….. 😀

Bicara tentang cermin. Menurut saya dia (cermin) adalah benda paling jujur di bumi ini. Ia memang benda mati bukan makhluk seperti kita yang punya nyawa. Tapi dia selalu mengajarkan pada kita kejujuran, ia selalu menampilkan apa yang ada pada diri kita tanpa terkecuali. Apa-apa yang ada di diri kita, baik buruk semua dipantulkannya.

Nah disini kita dapat point pertama jika kita berkawan dengan cermin, “cermin itu jujur”. Bukankah teman yang paling baik buat kita adalah teman yang jujur, yang bersedia menyatakan apa yang baik dan buruk dari kita bukan sekedar manis di depan namun buruk di belakang.

Point kedua adalah dengan berkawan dengan cermin kita dapat mengontrol diri kita. Kenapa ? ya karena ketika bercermin dengan  berbagai mimik muka yang menggambarkan ekspresi kita tentunya kita akan mengetahui mimik kita secara langsung. Nah dari pantulan cermin tersebut tentunya kita akan mampu bersikap dan lebih mengontrol diri saat bersosialisasi dengan yang lain. Misalkan saat kita tersenyum tentunya akan sangat berbeda saat kita cemberut, kan? Senyuman akan memberikan efek yang positif daripada menampilkan mimik cemberut atau muka lusuh dan lesu.

Point ketiga adalah dengan berkawan dengan cermin kita akan berpikir ulang sebelum menilai/men- judge orang lain. Sebenarnya point ini bermakna tak sebenarnya hehe. Tidak dapat dipungkiri seringkali kita lebih mudah menilai orang lain ketimbang menilai diri sendiri. Melihat apa-apa yang ada dari orang lain padahal mungkin saja diri kita jauh lebih buruk dari orang yang kita nilai. Maka perbanyaklah bercermin, biar kita makin sadar bahwa kekurangankitapun sangatlah banyak, tak perlu menilai-nilai orang lain. Cukup sibukkan dengan menilai diri sendiri, berkawan dengan cermin, dan mulai memikirkan apa-apa yang perlu kita perbaiki dan mulai memperbaiki diri. (lhoh sampai sini bahasannya) 😀 .

Ada banyak lagi menfaat jika kita mampu berkwan dengan cermin, tetapi untuk kali ini maaf cukup sekian, waktunya saya kembali ke fokus saya (mengerjakan tugas). Mohon maaf untuk kata-kata yang kurang berkenan.

Tulisan ini saya tulis saat hujan mengunjungi kampus saya tercinta, entahlah kenapa tiba-tiba mendadak ingin menulis tentang cermin 😀 .

Bumi Siliwangi, 8 Desember 2015

Wassalamu’alaykum warahmatulahi wabarakatuh

 

Sumber gambar: http://www.ceritadinding.com/wp-content/uploads/2013/06/cermin.jpg diakses tanggal 8 Desember 2015 pukul 12:30 WIB

 

Seni Mengendalikan Harapan

Harapan

Siapa pula yang tak pernah berharap

Berharap kadang identik dengan kata kecewa

Kecewa, jika yang diharapkan justru tidak sesuai dengan kenyataan

Dan akhirnya saya menemukan qoute yang sangat pas.

“Kecewa tercipta untuk yang berharap pada manusia”

Maka berharaplah kepada sebaik-baik Pemberi, sebaik-baik Pencipta, Allah SWT

Niscaya hatimu akan tenang, kalaupun ternyata yang kau inginkan tak sejalan dengan kenyataan

Setidaknya kamu sudah berharap pada yang pantas diharapkan

Dan kamu tau bahwa Ia tak akan sedetikpun mendzalimi hambaNya.

Lirik Hati by Dodi Hidayatullah

Assalamu’alaykum Warahmatulahi Wabarakatuh

Salam Jum’at again 🙂

Pagi ini ingin memposting beberapapostingan yang sebenarnya sudah sejaklama saya ingin posting; namun sayangnya belum sempat terposting. Salah satunya adalah sebuah lirik lagu yang menurut saya pribadi sangat bagus untuk bahan introspeksi. Kenapa saya senang sekali menggunakan istilah instrospeksi, renungan,muhasabah? Karena saya lemah, manusia yang tak luput dari alpa, tak henti-hentinya melakukan dosa. Tapi saya selalu percaya Allah selalu mengingatkan saya ketika saya alpa, selalu ada rasa bersalah ketika melakukan salah. Dan sayangnya seringkali saya belum mampu menguasai diri, meski berkali-kali peringatan itu datang. Ampun ya robb. By the way berikut adalah liriknya

Hati by Dodi Hidayatullah

Cipt. : Mizan
Album : Hati

Ya Allah jangan jadikan
Hatiku keras bagai batu
Hitam dan sulit tertembus
Oleh hidayahMu

Hati yang seperti batu
Sulit untuk bahagia
Selalu saja bergemuruh
Iri dengki nafsu dan dunia

Sentuhlah sang hati
Agar tak mengeras bagai besi
Basuh dengan zikir penuh abdi
Persembahkan segalanya pada Ilahi

Sentuhlah sang hati
Agar tak mengeras bagai besi
Bakar semua keji sampai jadi abu
Biar semua luruh dan menjadi putih

sumber: Dunia Nasyid (2015). Lirik Nasyid Dodi Hidayatullah diakses melalui http://dnasyid.blogspot.co.id/2015/06/lirik-nasyid-hati-dodi-hidayatullah.html tanggal 30 Oktober 2015 pukul 08:00 WIB

resapi tiap baitnya, masya Allah liriknya.

Demikian, mohon maaf apabila ada salah kata

Wassalamu’alaykum warahmatulah wabarakatuh

Bismillah Luruskan Niat dengan Jalan-Nya

DSC05531

Assalamu’alaykum warahmatulahi wabarakatuh

Salam Jum’at

Mari mengevaluasi diri

Kembali meluruskan niat

Terus memerangi diri sendiri

Yap mengalahkan diri, demi menggapai ridho-Nya

Dengan cara yang Ia ridhoi pula

Bismillah

Allah begitu mencintai kita

Ia selalu menghadirkan rasa bersalah kala kita melalaikan perintah-Nya

Yuk, kembali luruskan niat

Dan semuanya ada masanya

Ada masanya….

Kodratnya manusia memang lemah

Mudah tergoda dengan hal yang semu

Semu, membutakan, dan merusak segalanya

Tapi Dia

Dia

Dia yang selalu hadir mengingatkan kita

Merindukan kita untuk kembali ke jalan-Nya

Karna Dia begitu mencintai kita

Belajarlah dan terus belajar

Memperbaiki diri

Yakinlah semua indah pada masanya

Seperti kutipan:

“Apabila DIA sudah berkehendak Siapa yang bisa menolak?
Dan Apabila DIA sudah mengizinkan…
Siapa yang bisa menahan? (Febrianti Almeera, 2015)”

Wassalamu’alaykum Warahmatulahi Wabarakatuh

Kisah Seorang Wanita yang Siap Mati Demi Menebus Dosa

Bismillah

Assalamu’alaykum warahmatulahi wabarakatuh

Kali ini saya ingin berbagi sebuah cerita yang sangat menginspirasi bagi saya yang saya kutip dari karya seorang penulis best seller Dr. ‘Aidh bin Abdullah Al Qarni. Penulis yang namanya sangat tidak asing, karena karya-karya beliau sudah mendunia. Karya beliau yang paling terkenal adalah La Tahzan (Jangan Bersedih). Nah kisah ini merupakan salah satu kisah yang berasal dari buku beliau berjudul asli As’ad Mar’ah Fil A’lam (Kiat Menjadi Wanita Teladan Dunia Akhirat). Berikut adalah ceritanya, semoga kita semua dapat mengambil hikmah dan meneladani apa yang dilakukan oleh wanita tersebut. Aamiin aamiin ya robbal’alamin

Tentang kisah taubatnya seorang pezina di jaman Rasullah SAW, ia mendatangi rasul untuk meminta dirajam dan dibersihkan dosa-dosanya.ia datang dengan penuh penyesalan dalam kondisi mengandung hasil perzinaannya. Rasul memanggil walinya dan berkata padanya “Rawatlah ia dengan baik sampai janin yang dikandungnya lahir. Setelah itu, bawalah ia kepadaku lagi”. Taklama kemudian bayinya lahir kemudian ia dirajam. Rasul menshalatkan jenazahnya. Kemudian ada sahabat yang bertanya mengapa engkau menshalatkan jenazah orang yang telah berbuat zina? Beliau menjawab “sesungguhnya ia telah bertobat dan pahala tobatnya itu akan cukup untuk dibagikan kepada tujuh puluh orang penduduk Madinah. Nah, adakah engkau menemukan yang lebih baik dari kerelaannya menyerahkan jiwanya kepada Allah?”

Bukti sebuah keimanan yang mendorong wanita pezina itu untuk mensucikan dirinya demi mengutamakan kebaikan akhirat daripada kesenangan dunia. Jika ia tidak memiliki iman yang kuat tidak mungkin ia memilih mati dirajam.

Mungkin ada yang bertanya “lantas, mengapa ia berzina? bukankah perbuatan itu menunjukkan kelemahan imannya?” jawabannya adalah “kadangkala iman manusia itu lemah sehingga jatuh pada perbuatan yang dilarang. Itu, karena manusia diciptakan dari sebuah kelemahan. Kadangkala manusia juga terpeleset dan tersesat karena ia memiliki kekurangan. Namun, bila benih keimanan yang sudah tertanam di hati seseorang itu tumbuh dan berkembang seperti pohon yang rindang, maka keimanan itu akan menjadi sebuah kekuatan dan keyakinan yang teguh tak tergoyahkan. Itulah yang membuat wanita tersebut cepat-cepat datang datang kepada Rasulullah SAW dan meminta untuk mensucikan dirinya seraya menyerahkan jiwanya demi mendapatkan keridhaan, rahmat dan ampunan Allah SWT.

Demikian semoga dapat menjadi bahan refleksi dan renungan, dan bisa diteladani dan semoga kita selalu menjadi manusia yang senantiasa bertaubat aamiin aamiin ya robbal’alamin, wassalamu’alaykum warahmatulahi wabarakatuh

Sumber: Dr. ‘Aidh bin Abdullah Al Qarni (2008). As’ad Mar’ah Fil A’lam (Kiat Menjadi Wanita Teladan Dunia Akhirat) diterjemahkan oleh tim Mumtaz Arabia. Jakarta: Grafindo Khazanah Ilmu Jakarta

Hujan Pertama Bulan Oktober

Sore ini 7 Oktober 2015 kau datang lagi setelah sekian lama

Hai kau yang datangnya di nanti banyak orang di negeri ini. Di negeri yang sedang merana karna bencana asap di mana-mana. Kau yang datangnya menjadi rahmat bagi penduduk bumi. Pengobat rindu, penyejuk jiwa, terimakasih sore ini engkau datang begitu derasnya.

Lama kunanti hadirmu, apakah kau menyadarinya? Iya, karenamu aku suka berjalan sendirian di trotoar kampusku dulu, sengaja melambatkan langkah kaki, menikmati kehadiranmu. Bak anak kecil tak peduli seberapa derasnya engkau membasahi tubuhku.

Kau yang selalu berhasil mengingatkanku tentang banyak hal yang kulalui sepanjang hidupku. Tentang begitu banyak sosok yang datang dan pergi mengisi hariku. Sosok-sosok yang Tuhan utus untuk mengajariku berbagai hal. Terimakasih hujan, terimakasih telah datang di Bumi Siliwangi …..